Value Chain

Manajemen suatu organisasi maupun suatu perusahaan tidak akan pernah lepas dari upaya peningkatan kualitas maupun kuantitas organisasi tersebut. Peningkatan kualitas dan kuantitas suatu organisasi dapat dicapai dengan sebuah konsep yang sering disebut value chain. Menurut Shank dan Covindarajan (1993:13) : ”The value chain for any firm in any business is the linked set of value creating activities all the way from basic material sources for component suppliers through to the ultimate end-use product delivered into the final consumers”. Jadi, value chain merupakan sebuah aktivitas-aktivitas nilai dari bahan baku sampai menjadi produk yang diterima oleh konsumen.

Berdasarkan konsep value chain tersebut, maka value chain dapat dianalogikan sebagai sebuah trik berantai yang dimana kita harus memilah-milah mana keputusan terbaik dari setiap aktivitas perusahaan sehingga mendapatkan nilai aktivitas yang rendah (murah) dan biaya sebuah produk dihitung berdasarkan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk melakukan aktivitas-aktivitas nilai tersebut sehingga semakin rendah nilai aktivitas  maka semakin rendah pula biaya produksi produk. Untuk mengoptimalkan aktivitas suatu perusahaan dapat dilakukan dengan membagi aktivitas berdasarkan tingkat keperluannya, seperti: aktivitas primer dan sekunder. Aktivitas primer berupa proses logistik keluar-masuk bahan produksi, proses operasional produksi, pemasaran dan penjualan, serta pelayanan. Kemudian, aktivitas sekunder berupa proses pembelian bahan baku, pengembangan teknologi, manajemen sumber daya, dan infrastruktur perusahaan. Dengan mengetahui mana keperluan primer dan sekunder sebuah perusahaan, maka kita akan mampu mengetahui koordinasi antaraktivitas dalam sebuah aktivitas perusahaan, sehingga jika terjadi suatu masalah, kita dapat lebih mudah mengambil sebuah keputusan berkaitan aktivitas mana yang akan diminimalisirkan sehingga dapat menekan aktivitas nilai yang ada.

Kesimpulannya ialah value chain merupakan sebuah sistem yang tidak hanya berkaitan dengan aktivitas nilai produksi semata, akan tetapi meliputi proses optimalisasi dan koordinasi aktivitas nilai tersebut bahkan juga meliputi analisis biaya jual dari produk yang dihasilkan. Dengan menggunakan konsep ini, suatu perusahaan dapat mengoptimalkan segala potensi yang ada guna mengungguli semua kompetitor yang ada.

7 thoughts on “Value Chain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s