Internet, Prita, dan kebangkitan UKM Indonesia

Internet, Yaa.. inilah teknologi yang membuat kita dapat berhubungan dengan siapapun didunia ini. Dengan kata lain, internetlah yang menyatukan kita .. hhe. Sebelum lebih jauh kita membahas mengenai topik ini, mari kita cari tahu apasih internet itu sebenarnya?

“ Internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia ~ id.wikipedia.org ”

image

Berdasarkan wikipedia dan beberapa literatur lainnya, saya menemukan sebuah benang merah dari istilah internet. Internet sebagai penghubung agar kita semua dapat berada dalam jaringan yang saling terhubung satu sama lainnya. Dengan saling keterkaitan ini, maka kita dapat berbagi informasi kepada pengguna internet dimanapun dan kapanpun kita inginkan. Di negara kita ini, menurut data dari comScore terdapat 8,6 juta pengguna internet di Indonesia sampai desember 2010. selain itu, Indonesia kini menjadi negara pengguna internet di Asia Tenggara. Data tersebut menunjukan kepada kita bahwa kini Indonesia telah menjadi negara besar dalam perkembangan Internet di dunia. Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi ini di Indonesia, seiring itu pulalah kemudian muncul permasalahan yang berkaitan dengan kebebasan berekspresi.

Ketika kita hendak berbicara mengenai kebebasan berekspresi, tentu kita harus memiliki pijakan yang tepat, sesuai dasar negara kita. Kita harus merujuk kepada UUD. Pada perubahan kedua UUD 45 yang dilakukan oleh MPR pada tahun 2000 yang diketuai oleh bapak Amien Rais. berikut isi UUD 45 yang terkait dengan kebebasan berekspresi:

Pasal 28C

(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secarakolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya

Pasal 28E

(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Pasal 28F

Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkanpribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki,menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluranyang tersedia.

Itulah pasal 28 UUD 45 perbuahan II, yang terkait dengan kebebasan berekspresi. Terbukti bahwa kita berhak mengeluarkan pendapat/ ekspresi kita, tak terbatasi oleh media apapun termasuk media internet. Selain hak mengeluarkan pendapat, kita juga berhak atas memperoleh informasi, dengan kata lain kita juga berhak mendapatkan ekspresi dari orang lain lain. ekspresi orang lain dapat kita respon dan tentu kita dapat berkomunikasi dengannya. Misalnya saja, Seseorang yang sangat Anda kagumi menuliskan mengenai suatu hal sangat menarik, tentu saja Anda ingin mengomentari tulisan tersebut bukan? Yaa..  itulah komunikasi yang di atur dalam UUD kita.

Tapi kini, kebebasan berekpresi di negara kita tercinta sedang sakit. Mengapa demikian? Misalnya saja terdapat kebijakan UU ITE 2008, misalnya saja pada Pasal 27, khususnya ayat (3) yang menyatakan larangan untuk “setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.” Bukankah kita berhak menyatakan kekecewaan atas pelayanan yang tidak menyenangkan? Bukankah itu juga termasuk dalam kebebasan berekspresi? Dengan adanya UU ITE 2008 ini, menurut hemat saya justru mengekang kebebasan masyarakat dalam berekspresi dan mengeluarkan pendapat. misalnya saja yang membuat kebingungan dalam pasal tersebut ialah kalimat setiap orang dengan sengaja… Logika sederhananya ialah jika kita sengaja maka kita berniat untuk melakukannya.

image

Bagaimana jika bukan kita yang melakukannya, akan tetapi orang lain yang menyebarluaskan pendapat kita. Bukankah tulisan yang kita muat di internet ialah bersifat publik. Jadi, ketika yang menyebar luaskan bukan si penulis maka berita tersebut sudah menjadi berita publik. Tapi, mungkin kini logika sederhana pun sudah tidak bisa diterapkan dalam negara kita ;(. Misalnya saja kasus Ibu Prita Mulyasari, seperti dijelaskan dalam film #Linimas(s)a , ialah  seorang ibu yang mencari keadilan melalui tulisannya. Ia menuliskan mengenai kekecewaannya mengenai palayanan sebuah rumas sakit swasta di daerah tangerang. Tapi apa yang ia lakukan malah membuatnya di masukan ke dalam bui selama 21 hari, ironis sekali seseorang yang sedang memperjuangkan keadalilan malah menjadi korban ketidakadilan. Inilah gambaran kondisi kebebasan berekspresi yang kini terjadi di negara kita tercinta. Semoga kedepan terjadi perbaikan dalam kebijakan yang mengatur kebebasan berekspresi sehingga tidak ada lagi Ibu Prita lainnya di negara kita tercinta.

image

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk memanfaatkan teknologi internet, hal yang pertama kita harus lakukan adalah Think Positif, Say Positif, and Do Positif. Dengan kita mengamalkan tiga hal itu, maka bisa dipastikan apapun yang kita ekspresikan akan menghasilkan nilai yang positif sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain. Dengan berfikir positif, apapun yang kita fikirkan akan berlandaskan pemikiran yang jernih tanpa ada keterkaitan nafsu kepentingan pribadi maupun kelompok, sehingga hanya kepentingan bangsa lah yang kita dahulukan. Dengan Say Positif, apa pun ekspresi/pendapat yang kita utarakan akan bernilai baik dan setidaknya bernilai manfaat bagi orang lain. Ucapan adalah buah dari pemikiran, dengan demikian bahwa pemikiran yang baik akan menghasilkan ucapan yang baik pula. Dan point selanjutnya ialah Do Positif, berfikir dan berbicara tidaklah cukup, kita harus action untuk mewujudkan sesuatu hal. sebarkanlah tulisan yang bermanfaat bagi sekitar, jangan pernah menganggap bahwa sesuatu yang tidak bernilai bagi Anda juga tidak bernilai bagi orang lain. Lakukan kebaikan walaupun itu kecil menurut Anda, karena boleh jadi kecil bagi Anda tetapi bernilai besar bagi orang lain. satu lagi, semua itu dimulai dari diri kita.

image

Selain itu, sebagai umat yang beragama kita tentu memiliki aturan-aturan dalam agama. Agama memiliki nilai yang sangat besar dalam karakter manusia, agamalah yang membentuk karakter kita. Agama mengajarkan kita kebaikan ke sesama manusia, hewan, bahkan kepada alam sekalipun. Agama adalah pedoman bagi jalan hidup kita di bumi Tuhan, akankan kita berpaling dari pedoman Tuhan? Lantas kepada siapa kemudian kita akan berpegangan? Atau mungkin kita sudah merasa pantas berdiri sendiri? sudahlah… kita hanyalah makhluk Tuhan yang lemah dihadapannya. Sekarang adalah saat yang tepat bagi kita untuk lebih mendekatkan diri kita kepada-Nya. Terima kasih Tuhan. Ketika semua hal tadi kita lakukan, maka kita tidak memerlukan lagi software untuk mencegah pornografi, kekerasan, dan hal negatif lainnya. Bagi saya, proteksi terbaik adalah dari diri kita sendiri. secanggih apapun software atau teknologi yang kita gunakan, pasti ada celahnya. Tanamkanlah nilai kebaikan kepada sekitar sehingga kita akan memetik hasil kebaikan pula.

Indonesia adalah negara dengan sejuta potensi. Yaa benar … , ungkapan itulah yang seringkali muncul dalam benak saya ketika mendatangi suatu tempat yang baru saya ketahui di negeri ini. Indonesia dengan segala potensi besarnya memberikan peluang bagi kita untuk meningkatkan kesejahteraan masing-masing individu. Salah satu yang dapat kita lakukan dalam pemanfaatan internet adalah berbisnis. Dengan berbisnis kita dapat meningkatkan kesejahteraan dan tentunya kita memiliki usaha sendiri bahkan dapat membantu orang lain dengan bekerja dalam usaha kita. Salah satu, yang sangat menarik bagi saya,  yang akan saya bahas ialah penggunaan internet dalam upaya peningkatan pendapatan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pada tahun 2009 tercatat 52 juta UMKM yang ada di Indonesia. pertanyaannya berapa banyak dari UMKM ini yang menggunakan internet sebagai media pemasaran produk mereka? memang tidak ada data pasti yang menunjukan hal ini, tetapi menurut hemat saya penggunaan internet oleh UMKM masih sangat rendah. Hal ini terbukti masih sedikitnya UMKM yang mampu merebut pasar lokal. Sebagai contoh kasus: Chocodot, salah satu perusahaan makanan, produknya ialah coklat dodol yang berasalah dari daerah Garut. Tahukan Anda bahwa produk ini telah terkenal hingga ke Italy? melalui media internetlah pemasaran produk dapat lebih maksimal, sehingga dari manapun orang lain dapat mengakses informasi yang kita tulisakan dalam media internet. Bayangkan saja jika 52 juta UMKM yang ada memaksimalkan teknologi untuk pemasaran dan branding produk mereka. Saya rasa Indonesia akan berbangga menjadi negara dengan pengusaha yang hebat. Apakah hal ini mungkin terjadi? bagi saya, ini sangat mungkin. Terlebih kini ada program “internet masuk desa”, harusnya semua pihak memaksimalkan potensi ini. Kita harus gunakan momentum ini untuk lebih maju sehingga terjadi perubahan yang baik bagi kita semua. Selain itu, daya beli masyarakat melalui internet juga terbilang meningkat.

image

Menurut  riset International Data Corporation (IDC), nilai perdagangan lewat internet di Indonesia sepanjang tahun lalu mencapai US$ 3,4 miliar atau sekitar Rp 30 triliun. Angka yang mencengangkan bukan? Ini adalah pasar yang besar. Sebagai informasi tambahan, jumlah pengguna internet di Indonesia kini sekitar 35-50 juta orang, berarti baru 15-20 % dari jumlah penduduk Indonesia yang telah menggunakan internet. Potensi yang cukup besar, terlebih masih banyak penduduk yang belum mengenal internet. Mari pergunakan internet sebaik mungkin. Ini adalah salah satu contoh kasus manfaat dari internet, masih banyak lagi hal positif lain yang bermanfaat dari internet.

Akhir kata, kebaikan atau keburukan adalah pilihan kita. Internet memiliki beribu kebaikan dan juga ketidakbaikan. Kita sebagai manusia harus bijak menggunakan teknologi ini andai kita ingin memperoleh dan menyebarkan manfaat dan kebaikan.  Tuhan tidak tidur …

 

Salam,

Abdullah

~ Mahasiswa pecinta Internet ~  ;D

 

Sumber Gambar:

4 thoughts on “Internet, Prita, dan kebangkitan UKM Indonesia

  1. Nice artikel…
    kalau boleh nambahin nih bro… (IMHO)
    sekarang sebelum kita THINK POSITIVE ada FEEL POSITIVE.
    Jadi pada saat kita berperasaan riang gembira (positive) insy pikiran kita pun juga positive.

    Sukses untuk lomba nya ya bro.

  2. Manarik nih, masukan yg #mantaps.
    benar bgt, think adalah hasil fell. jika feelnya + maka thinknya pun +

    thanks ats masukannya😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s