Kepada Siapakah Saya Harus Berharap?

Dinamika kehidupan sungguh terkadang membuat seseorang tertekan sehingga akhirnya terkadang mengakhiri hidup dengan jalan yang tidak semestinya. Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang tidak dapat hidup sendiri sehingga peran orang lain dirasa sangat besar dalam kehidupan seseorang, Baik berhubungan dengan kehidupan pribadi maupun kehidupan social masyarakat. Dalam proses kehidupan ada kalanya kita memiliki suatu permasalahan, tekanan dari permasalahan tersebut terkadang berimbas pada berbagai aspek kehidupan kita. Dengan ada suatu permasalahan maka kita tentunya memiliki suatu harapan yang besar dibalik permasalahan tersebut. Seringkali harapan yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Dimanakah letak kesalahannya? Apakah ada teknik khusus dalam berharap? Serta, metode apa yang tepat kita gunakan dalam menghadapi suatu permasalahan? Continue reading “Kepada Siapakah Saya Harus Berharap?”

Advertisements

Ilmu dan Agama

Ilmu berarti proses memperoleh pengetahuan. Perkembangan ilmu sangat dipengaruhi oleh perkembangan pola fikir manusia, kebenaran ilmu yang diperoleh sekarang merupakan suatu pengembangan dari kebenaran ilmu yang diperoleh sebelumnya dan kebenaran yang diperoleh sekarang merupakan langkah untuk menemukan kebenaran di masa datang, jadi kebenaran ilmu bersifat dinamis, sesuai dengan perkembangan pola fikir manusia, sebagai contoh: dahulu dikatakan bahwa seluruh tata surya mengelilingi bumi, tetapi setelah perkembangan ilmu, teori tersebut dapat dipatahkan dengan ilmuan masa setelahnya bahwa seluruh tata surya mengilililngi matahari , jadi dapat pula dikatakan ilmu bukan merupakan putusan yang final.

Agama memiliki pokok ruang lingkup, seperti: keyakinan, peribadatan, dan sistem nilai yang dikaitkan dengan peribadatan tersebut. Semua pemeluk agama menyakini bahwa kebenaran yang mereka percayai adalah suatu kebenaran yang mutlak dan kekal serta berasal dari Tuhan. Kebenaran agama tidak akan terpengaruh oleh perkembangan pola fikir manusia. Sebagai contoh: dalam kitab suci Alquran (kitab suci agama islam) dijelaskan bahwa, yang intinya, pencari makan dan pembuat sarang adalah lebah betina, jangankan masyarakat di abad ke-7, masyarakat di abad sekarang pun pasti masih ada yang belum mengenai hal ini dan terlebih cara membedakan lebah betina dan lebah jantan. Melalui perkembangan ilmulah yang dapat menjelaskkan secara ilmiah kebenaran teori lebah yang dijelaskan dalam Alquran tersebut, jadi kebenaran agama ialah bersifat kekal dan proses perkembangan ilmulah yang dapat menjelaskan secara ilmiah mengenai kebenaran agama.

intinya adalah agama tidak termasuk ilmu, karena agama kebenarannya bersifat kekal sedangkan ilmu kebenarannya bersifat dinamis atau dapat berubah sesuai dengan perkembangan pola fikir manusia. tetapi ilmu merupakan bagian dalam agama dan agama mewajibkan pemeluknya untuk menuntut ilmu. sebagai contoh, bagaimana seseorang dapat bereibadah jikalau oarangtersebut tidak memiliki ilmu peribadatan tersebut.


Sumber – sumber Ajaran Islam

Agama Islam memiliki aturan–aturan sebagai tuntunan hidup kita baik dalam berhubungan sosial dengan manusia (hablu minannas) dan hubungan dengan sang khaliq Allah SWT (hablu minawallah) dan tuntunan itu kita kenal dengan hukum islam atau syariat islam atau hukum Allah SWT. Sebelum kita lebih jauh membahas mengenai sumber-sumber syariat islam, terlebih dahulu kita harus mengetahui definisi dari hukum dan hukum islam atau syariat islam. Hukum artinya menetapkan sesuatu atas sesuatu atau meniadakannya. Menurut ulama usul fikih, hukum adalah tuntunan Allah SWT (Alquran dan hadist) yang berkaitan dengan perbuatan mukallaf (orang yang sudah balig dan berakal sehat), baik berupa tuntutan, pemilihan, atau menjadikan sesuatu sebagai syarat, penghalang, sah, batal, rukhsah( kemudahan ) atau azimah.

Sedangkan menurut ulama fikih, hukum adalah akibat yang ditimbulkan oleh syariat (Alquran dan hadist) berupa al-wujub, al-almandub, al-hurmah, al- karahah, dan al-ibahah. Perbuatan yang dituntut tersebut disebut wajib, sunah (mandub), haram, makruh, dan mubah. Ulama usul fikih membagi hukum islam menjadi dua bagian, yaitu hukum taklifiy dan hukum wadh’iy dan penjelasannya sebagai berikut : Continue reading “Sumber – sumber Ajaran Islam”